Kamis, 12 Maret 2015

Ketuban Pecah Dini

Masalah

  • Keluarnya cairan berupa air-air dari vagina setelah kehamilan berusia 22 minggu.
  • Ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung
  • Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan  preterm sebelum kehamilan 37 minggu maupun kehamilan aterm
Penangan umum
  • Konfirmasi usia kehamilan, kalau ada dengan USG
  • Lakukan pemeriksaan inspekulo utk menilai cairan yg keluar (jumlah, warna, bau) dan membedakannya dengan urine
  • Jika ibu mengeluh perdarahan pada akhir kehamilan (setelah 22 minggu), jangan lakukan pemeriksaan dalam secara digital
  • Tentukan ada tidaknya infeksi
  • Tentukan tanda2 inpartu


PENANGANAN KHUSUS

Konfirmasi Diagnosis
  • Bau cairan ketuban yg khas
  • Jika keluarnya cairan ketuban sedidkit2, tampung cairan yg keluar dan nilai 1 jam kemudian
  • Dengan spekulum DTT, lakukan pemeriksaan inspekulo, nilai apakah cairan keluar melalui Osteum uteri atau terkumpul di forniks Posterior
"Jangan lakukan pemeriksaan dalam dengan jari, karena tidak membantu diagnosis dan dapat mengundang infeksi"
  • Jika mungkin, lakukan :
  1. Tes lakmus (tes nitrazin). Jika kerta lakmus merah berubah menjadi biru menunjukan  adanya cairan ketuban (alkalis). Darah dan infeksi vagina dapat menhasilkan tes yg positif palsu
  2. Tes Pakis, dengan meneteskan cairan ketuban pada elas objek dan dibiarkan kering. Pemeriksaan microskopik menunjukkan adanya kristal amnion dan gambaran daun pakis.
PENANGANAN
  • Rawat di Rumah Sakit
  • Jika ada perdarahan pervaginam dengan nyeri perut, pikirkan solusio Plasenta
  • Jika ada tanda2 infeksi (demam, cairan vaginam berbau), berikan antibiotik sama halnya jika terjadi amnionitis
  • Jika tidak ada tanda2 infeksi dan kehamilan <37 minggu : 
  1. Berikan antibiotik untuk mengurangi morbiditas ibu dan janin (ampisilin 4x500 mg selama 7 hari ditambah eritromisin 250mg peroral 3x perhari selama 7 hari.
  2. Berikan kortikosteroid kepada ibu untuk memperbaiki kematangan paru janin : betametason 12 mg IM dalam 2 dosis setiap 12 jam, atau dexametason 6 mg IM dalam 4 dosis selama 6 jam. (jangan berikan kortikosteroid jika ada infeksi)
  3. Lakukan persalinan pada kehamilan 37 minggu
  4. Jika terdapat his dan darah lendir, kemungkinan terjadi persalinan preterm
  • Jika tidak terdapat infeksi dan kehamilan > 37 minggu :
  1. Jika ketuban sudah pecah > 18 jam, berikan antibiotik profilaksis untuk mengurangiresiko infeksi streptokokus grup B : Amipsilin2 gr IV setiap 6 jam atau Penisilin G 2 unit IV setiap 6 jam sampai persalinan, jika tidak ada infeksi pascapersalinan : hentikan antibiotik
  2. Nilai serviks : jika serviks sudah matang, lakukan induksi persalinan dengan oksitosin, Jika serviks belum matang, matangkan serviks dengan prostaglandin dan infus oksitosin atau lahirkan dengan SC.

Sumber : Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar