Jumat, 20 Maret 2015

9 Tugas Pokok Bidan


  1. Melaksanakan asuhan kebidanan kepada ibu hamil (antenatal care)
  2. Melakukan asuhan persalinan fisiologis kepada ibu bersalin (postnatal care)
  3. Menyelenggarakan pelayanan terhadap bayi baru lahir (kunjungan neonatal care)
  4. Mengupayakan kerjasama kemitraan dengan dukun bersalin di wilayah kerja puskesmas
  5. Memberikan edukasi melalui penyuluhan kesehatan reproduksi dan kebidanan
  6. Melaksanakan pelayanan keluarga berencana ( KB ) kepada wanita usia subur
  7. Melakukan pelacakan dan pelayanan rujukan kepada ibu hamil resiko tinggi
  8. Mengupayakan diskusi Audit Maternal Perinatal (AMP) bila ada kasus kematian ibu dan bayi
  9. Melaksanakan mekanisme pencatatan dan pelaporan terpadu 

Kamis, 12 Maret 2015

Ketuban Pecah Dini

Masalah

  • Keluarnya cairan berupa air-air dari vagina setelah kehamilan berusia 22 minggu.
  • Ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung
  • Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan  preterm sebelum kehamilan 37 minggu maupun kehamilan aterm
Penangan umum
  • Konfirmasi usia kehamilan, kalau ada dengan USG
  • Lakukan pemeriksaan inspekulo utk menilai cairan yg keluar (jumlah, warna, bau) dan membedakannya dengan urine
  • Jika ibu mengeluh perdarahan pada akhir kehamilan (setelah 22 minggu), jangan lakukan pemeriksaan dalam secara digital
  • Tentukan ada tidaknya infeksi
  • Tentukan tanda2 inpartu


PENANGANAN KHUSUS

Konfirmasi Diagnosis
  • Bau cairan ketuban yg khas
  • Jika keluarnya cairan ketuban sedidkit2, tampung cairan yg keluar dan nilai 1 jam kemudian
  • Dengan spekulum DTT, lakukan pemeriksaan inspekulo, nilai apakah cairan keluar melalui Osteum uteri atau terkumpul di forniks Posterior
"Jangan lakukan pemeriksaan dalam dengan jari, karena tidak membantu diagnosis dan dapat mengundang infeksi"
  • Jika mungkin, lakukan :
  1. Tes lakmus (tes nitrazin). Jika kerta lakmus merah berubah menjadi biru menunjukan  adanya cairan ketuban (alkalis). Darah dan infeksi vagina dapat menhasilkan tes yg positif palsu
  2. Tes Pakis, dengan meneteskan cairan ketuban pada elas objek dan dibiarkan kering. Pemeriksaan microskopik menunjukkan adanya kristal amnion dan gambaran daun pakis.
PENANGANAN
  • Rawat di Rumah Sakit
  • Jika ada perdarahan pervaginam dengan nyeri perut, pikirkan solusio Plasenta
  • Jika ada tanda2 infeksi (demam, cairan vaginam berbau), berikan antibiotik sama halnya jika terjadi amnionitis
  • Jika tidak ada tanda2 infeksi dan kehamilan <37 minggu : 
  1. Berikan antibiotik untuk mengurangi morbiditas ibu dan janin (ampisilin 4x500 mg selama 7 hari ditambah eritromisin 250mg peroral 3x perhari selama 7 hari.
  2. Berikan kortikosteroid kepada ibu untuk memperbaiki kematangan paru janin : betametason 12 mg IM dalam 2 dosis setiap 12 jam, atau dexametason 6 mg IM dalam 4 dosis selama 6 jam. (jangan berikan kortikosteroid jika ada infeksi)
  3. Lakukan persalinan pada kehamilan 37 minggu
  4. Jika terdapat his dan darah lendir, kemungkinan terjadi persalinan preterm
  • Jika tidak terdapat infeksi dan kehamilan > 37 minggu :
  1. Jika ketuban sudah pecah > 18 jam, berikan antibiotik profilaksis untuk mengurangiresiko infeksi streptokokus grup B : Amipsilin2 gr IV setiap 6 jam atau Penisilin G 2 unit IV setiap 6 jam sampai persalinan, jika tidak ada infeksi pascapersalinan : hentikan antibiotik
  2. Nilai serviks : jika serviks sudah matang, lakukan induksi persalinan dengan oksitosin, Jika serviks belum matang, matangkan serviks dengan prostaglandin dan infus oksitosin atau lahirkan dengan SC.

Sumber : Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal dan neonatal

Mekanisme Persalinan

Pembagian Partus

Partus dibagi menjadi 4 kala :
  1. Kala 1 (Pembukaan) : serviks membuka sampai terjadi pembukaan 10 cm.
  2. Kala 2 (Pengeluaran) : dari pembukaan lengkap sampai bayi lahir
  3. Kala 3 (Uri) : plasenta lepas dari dinding uterus dan dilahirkan
  4. Kala 4 (setelah lahir plasenta lamanya 1 jam)
Kala 1
  1. Secara klinis dinyatakan bahwa partus dimulai bila timbul his dan keluar lendir bersemu darah. Lendir darah ini berasal dari lendir kanalis servikalis karena serviks mulai membuka dan mendatar, sedangkan darah berasal dari pembuluh2 kapiler  yg berada disekitar kanalis servikalis itu pecah karena pergeseran2 ketika serviks membuka. Mekanisme pembukaan serviks berbeda antara primigravida dan multigravida. Pada primigravida, osteum uteri internum akan membuka lebih dahulu sehingga serviks akan mendatar dan menipis kemudian disusul pembukaan pada osteum uteri eksternum. Pada multigravida, osteum uteri internum dan eksternum sudah sedikit terbuka, penipisan dan pendataran terjadi dalam waktu yg sama pd pembukaan. Ketuban akan pecah dengan sendirinya ketika pembukaan lengkap atau hampir lengkap, tetapi tak jarang harus dipecahkan. Bila ketuban pecah sebelum mencapai pembukaan 5 cm disebut ketuban pecah dini.
  2. Kala 1 selesai bila pembukaan serviks lengkap. Pada primigravida berlangsung kira2 13 jam sedangkan pd multigravida kira2 7 jam.
Kala II
  1. His menjadi lebih kuat dan lebih cepat kira2 2 sampai 3 menit sekali. Karena biasanya dalam kala ini kepala janin sudah masuk diruang panggul, maka pada his dirasakan tekanan pada otot2 dasar panggul, yg secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. Wanita merasa pula tekanan pada rectum dan hendak buang air besar. Kemudian perineum mulai menonjol dan menjadi lebar dengan anus membuka. Labia mulai membuka dan tidak lama kemudian kepala janin tampak dalam vulva pada waktu his. Bila dasar panggul sudah lebih berelaksasi, kepala janin tidak masuk lagi diluar his, dan dengan his dan kekuatan mengejan kepala janin dilahirkan dengan suboksiput dibawah simfisis dan dahi, muka dan dagu melewati perineum.
  2. Setelah istirahat sebentar his mulai lagi untuk mengeluarkan badan dan anggota bayi. Pada primigravida kala II berlangsung rata2 1 1/2 jam dan pada multigravida 1/2 jam.
Kala III
  1. Setelah bayi lahir, uterus teraba keras dengan fundus uteri sedikit diatas pusat.
  2. Beberapa menit kemudian uterus berkontraksi lagi untuk melepaskan plasenta dari dindingnya. Biasanya plasenta lepas dalam 6 sampai 15 menit setelah bayi lahir dan keluar spontan atau dengan tekanan pada fundus uteri.